Siri Aku 41 sampai 48

AKU BERSIFAT ROHANIAH

AKU yang bersifat rohaniah semata-mata itu terasa cukup bagi-ku Allah saja. Allah itulah segala-galanya bagi AKU. Kepada Allah itulah AKU mengadu dan berharap.

Pandangannya tertumpu pada Allah. Tenggelamlah AKU itu dalam lautan Ketuhanan Allah Yang Maha Luas dan Dalam.
Dalam keadaan perasaan menyerap dalam Lautan Ketuhanan Yang Maha Luas dan Dalam itu, AKU tidak merasa takut, tidak merasa dengki, tidak merasa kecil hati sesama makhluk.
Pada pandangan AKU itu, makhluk itu hakekatnya tiada apa-apa. Wujud makhluk bukan hakiki, hanya bayangan saja yaitu bayangan wujudnya Allah. Hanya Allah jua yang wujud. Demikian pandangan AKU.

 

42. SIFAT-SIFAT AKU

 

AKU ini ada sifatnya yaitu hayat atau hidup, ilmu atau pengetahuan, pendengaran, penglihatan, kudrat atau kuasa, iradat atau berkehendak, dan berkata-kata. Semua sifat-sifat ini adalah limpahan dari sifat-sifat Allah semata.
AKU yang hakiki itu tiada bercerai dan tiada terpisah dengan sifat-sifat Allah dan Allah itu sendiri. Wujud AKU itu sebenarnya diserapi oleh Wujud Semesta Raya itu. Inilah pandangan AKU yang bersifat rohaniah.

 

43. WUJUD AKU

Memang AKU itu ada (wujud). Wujudnya dengan limpahan Wujud Yang Maha Agung.  Hidup AKU limpahan hidupNya. AKU berdaya limpahan dayaNya. Berkuasanya dan berupayanya AKU adalah limpahan kuasa dan upayaNya. Aku berkehendak dan Diapun berkehendak. Kehendak AKU tertakluk kepada kehendakNya.
“Limpahan” disini berarti karuniah atau anugrah atau pendzahiran atau keluaran ataupun kesan.
Yang Maha Wujud itu Allah. AKU dan alam semesta raya adalah limpahan nama-nama dan sifat-sifat Yang Maha Wujud itu. Setiap nama dan sifat Allah terdzahir pada AKU dan alam semesta raya ini.

Itulah pandangan AKU yang bersifat kerohanian.

 

44. AKU DZAHIR AKU BATIN

AKU atau ROH atau DIRI, wujud AKU “bersatu” dan “berpadu” dengan Wujud Yang Esa dan Semesta itu. Kelihatan pada AKU bahwa Allah itu batin dan AKU itu Dzahirnya. Allah itu hakekat dan AKU itu bayanganNya. Dia Matahari dan AKU cahayaNya. Dia elektrik dan AKU lampu. Dia dalang dan AKU wayang. Gerak AKU digerakkan olehNya.Ini adalah pandangan kerohanian yang paling dalam.

 

45. AKU AMAT DEKAT DENGAN ALLAH

AKU ini memang dekat dengan Allah. AKU dan Allah tidak bercerai-berai dari dulu, sekarang dan selamanya. Ibarat ombak tidak bercerai dengan laut. Dari sudut manapun Wujud Semesta Raya itu tetap mengelilingi AKU. Ia meliputi AKU dari kiri, kanan, atas, bawah, depan, belakang, luar, dalam bahkan dari mana saja. ” dekat”, “rapat” dan “Mengelilingi” itu bukanlah dari segi ruang dan waktu yang boleh diukur dengan panjang, lebar, dalam, atau dari segi masa dan waktu. Dekat, Rapat dan Mengelilingi itu adalah dari segi pandangan rohaniah atau kerohanian. Hanya orang yang berada dalam pengalaman rohaniah saja yang faham akan maksudnya.
Wujud semesta itu “meliputi”, “merangkumi”, “berpadu”, dan “bersatu” dengan AKU.

AKU terserap dalam Wujud Semesta ini.

 

46. MENGENAL ALLAH

AKU atau ROH itulah yang dapat mengenal Allah swt, bukan badan kasar ini yang mengenalNya. Melalui ROH itu kita mengenal Allah. Wadah atau bekas tempat Allah mentajallikan (mendzahirkan) dirinya kepada kita ialah ROH kita

ROH itu digelar juga Hati. Bukan hati secara fisikal tetapi hati yang bersifat kerohanian. ROH itu memiliki kesadaran. Kesadaran tentang wujudnya Allah dan sifat-sifatNya yang terdzahir dalam alam semesta raya ini. Yang melihat pendzahiran atau tajalli itu ialah ROH kita.

 

47. AKU ADALAH AYATOLLAH

 

Sekali lagi diulangi bahwa AKU anda itu adalah ROH anda dan itulah juga diri anda sebenarnya.
AKU itu juga adalah ayatollah (tanda-tanda Allah)  karena seluruh alam raya, yang ghaib dan yang nyata, adalah tanda-tanda wujudnya Allah swt

AKU itu juga digelar ROHULLAH (ROH ALLAH) karena ROH itu adalah hembusan dari ROH ALLAH atau limpahan dari ROH ALLAH.
AKU itu juga digelar Nurullah ( cahaya ALLAH) karena setiap roh itu adalah cahaya. Digelar cahaya karena setiap yang menampakkan sesuatu digelar cahaya . Nabi-Nabi itu cahaya Allah karena melalui Nabi-nabi itu kita dapat mengenal Allah melalui ajaran dan didikan mereka. ROH itu cahaya karena melalui ROH itu kita kenal dan ‘nampak’ Allah.
AKU itu juga digelar Ma’lum dalam ilmuNya. Ma’lum artinya ‘yang diketahui’. Allah itu ‘Alim ( yang mengetahui). Setiap yang mengetahui tentu berpengetahuan (berilmu). Allah itu berilmu, sebab itulah Ia ‘Alim. Setiap yang ‘Alim tentu ada ilmu dan ada perkara yang diketahuinya. Perkara yang diketahui itu digelar Ma’lum (yang diketahui). Allah itu ada ilmu dan dalam ilmuNya ada Ma’lum. ROH kita ini termasuk dalam ilmu Allah. Maka ROH kita itu Ma’lum Allah. Maka itulah dikatakan ROH itu Ma’lum dalam ilmu Allah.

 

48. PANDANGAN AKU

AKU yang paling dalam itu bersifat kerohanian. Jika AKU itu dibersihkan pandangannya melalui zikrullah dan latihan kerohanian maka AKU itu akan mencapai satu tahap pandangan dimana rasa wujud ini adalah Esa juga.

Menurut pandangan ini, wujud itu ada bertingkat-tingkat, bertahap-tahap, dan berbagai macam aspek, namun ia tetap satu, bahwa segala yang ada dan kelihatan, baik yang dzahir mahupun yang batin, semuanya pada hakekatnya satu wujud saja.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: