Siri Aku 21 sampai 30

21. KESADARAN AKU

 

Dalam kesadaran AKU, semua makhluk ini dan diri AKU juga adalah semata-mata ayatollah (tanda-tanda Allah).

Tanda-tanda adanya Allah, tanda-tanda kesempurnaanNya, keagunganNya dan keindahanNya.
Apabila dilihat tanda, tergambarlah yang ditanda.

Apabila dilihat gambar, terbayanglah yang digambar.

Apabila dilihat daun yang bergoyang, nampaklah angin yang bertiup.

Apabila nampak bayang, nampaklah yang empunya bayang.

AKU dan alam semesta raya ini adalah ayat-ayat Allah belaka.

22. PENGEMBARAAN AKU

 

Orang yang memasuki jalan kesufian adalah sebenarnya memasuki pengembaraan yaitu pengembaraan AKUnya menuju Allah swt.

Pengembaraan ini bukan dari tempat ke tempat atau dari masa ke masa, tetapi pengembaraan ini adalah pengembaraan dalam kesadaran AKU, beredar dalam pengalaman kerohanian atau kejiwaan.

Hanya jiwa yang merasainya, tidak kelihatan oleh mata kasar.
Tetapi setelah sampai ke tempat dituju yaitu kesadaran bahwa AKU ini fana dalam Allah dan Baqa (kekal) denganNya, barulah AKU itu sadar bahwa pengembaraan itu hanya dari tidak sadar kepada sadar.

Sadar betapa AKU memang berada di destinasi sejak awal hingga akhir.

Apakah destinasi itu?

Itulah kesadaran dan pengenalan tentang Allah atau dalam istilah kesufian disebut MAKRIFAT.
Pada hakekatnya AKU itu memang berada ‘dalam’ Allah dan ‘kekal’ dengan Allah sejak awal dari dulu, sekarang, dan akan datang.

AKU memang bersama dan ‘menyatu’ dengan Tuhanku.

AKU itu memang diliputi oleh lautan Wujud Ketuhanan.

23. AKU PALING MULIA PADA KENYATAANNYA

Badan kita ini amat kerdil, ibarat sebutir pasir di padang gurun, setitik air di lautan luas, sebiji bintang di cakrawala, ibarat “melukut di tepi gantang, masuk tidak bertambah dan keluar tidak mengurang”

Betapa kecil dan kerdilnya badan kita. Itulah wajah dzahir AKU.
Tetapi kalau kita merenung ke wajah batin kita, Dia paling Mulia, paling Agung martabatnya, mengatasi segala makhluk dan malaikat.

AKU itu suci dan bersih, sangat dekat dengan Illahi.

Dialah cahaya Allah, Dialah ayat-ayat Allah, Dialah ROH Allah, Dialah bayangan dan pendzahiran Allah.
AKU yang hakiki itu sangat Mulia, tiada tertandingi oleh sekalian makhluk.

Dia bertasbih setiap saat, memandang Allah dengan kasihnya, rindu dendam tiada terkira. Itulah AKU yang sebenarnya.

24. AKU TIDAK MEMILIKI APA-APA

 

Dari pandangan ROH atau AKU yang hakiki, AKU tidak memiliki apa-apa tetapi AKU dimiliki oleh Yang Maha Kaya yaitu Allah swt.

AKU dijasadkan untuk menjalani hidup di dunia fana ini.

AKU juga diberi nafsu.

Kalau AKU tunduk kepada jasad dan nafsu, maka binasalah AKU ini, tetapi jika AKU yang menakluki jasad dan nafsu, maka selamatlah AKU ini.
AKU membawa kita menuju Allah dan menyadari hakekat dirinya dan Tuhannya.

Nafsu serakah membawa kita jauh dari Allah dan lupa akan hakekat diri kita.

Lantaran itu hanyutlah ia dalam lautan kelupaan dan kesesatan dan akhirnya ia akan menyesal setelah ia meninggalkan badannya.

Setelah ROH berpisah dari badan, maka sadarlah AKU itu kembali akan keadaan diri yang sebenarnya.

25. AKU SENANTIASA CINTA DIA

 

AKU senantiasa cinta kepada DIA (Allah).

Tidak mau berpisah dan berjauhan dengan DIA.

AKU senantiasa ingat akan DIA.

Terasa azab jika tidak mengingatiNya. Puja dan puji hanya untuk DIA semata. Perasaan cinta ini tidak akan ada pada AKU jika tidak dengan anugerahNya juga.

Alangkah kerdilnya AKU berada dalam majlis DIA.

26. AKU MEMANG ADA KESADARAN

 

AKU memang ada kesadaran, limpahan Yang Maha Sadar Allah swt.

Kesadaran AKU meliputi alam nyata dan alam gaib, alam dunia dan alam akhirat.

AKU sadar semua itu.

Semua perkara itu adalah ilmuku.

Allah ada dalam kesadaran AKU.

Begitu juga makhluk ada dalam kesadaran AKU.

Segala yang ada dalam kesadaran AKU itulah ilmu AKU.

Surga, neraka, malaikat dan iblis ada dalam kesadaran AKU.

Semua yang ada dalam ilmu atau kesadaran AKU itu adalah pen-dzahiran Allah dalam kesadaran dan ilmu AKU.

27. WUJUD AKU

 

AKU wujud dalam lautan Yang Maha Wujud. AKU senantiasa berada dalam lautan itu. Dalam lautan itulah AKU bermastautin. Itulah lautan wujud.

28 AKU SEBENARNYA DHAIF

 

AKU bodoh.

Dialah yang membuat AKU pandai.

AKU lemah Dialah yang menguatkan AKU.

AKU tidak tahu, Dialah yang memberiku tahu.

AKU papa kelana, Dialah yang memperkayakan AKU.

AKU bertanya, memohon, berharap kepadaNya saja. Seolah-olah AKU dan DIA berpadu dan bersatu di mana dan kapan saja.

Dan DIA ada dalam kesadaran AKU.

Renunglah ke dalam AKU.

Dia berada dalam kesadaran AKU.

Maha Halus dan Maha lembut.

AKU mendengar bisikanNya.

Dalam waktu sunyi sepi, paling baik mendengar bisikan hati nurani.

Tanpa huruf, tanpa suara, tetapi AKU faham segala-galanya.

AKU kenal Dia dalam kesadaran batinku karena AKU berhubungan dengan Dia tanpa menyekutukanNya. Inilah satu hasil Zikrullah.

29. AKU BESERTA ALLAH

 

AKU memang berserta dengan Allah, sejak dari dahulu hingga akan datang atau sejak awal hingga akhir.

Tidak pernah bercerai dan berpisah dengan Yang Maha Aku yaitu Allah.

Sejak dari dalam ilmu Allah hingga sampai ke alam akhirat yang tidak ada ujungnya, AKU tetap bersama Allah.
AKU tidak keluar dan tidak masuk dalam lengkungan Allah. AKU itu memang berada dalam lengkungan Allah saja.

Kalau Allah itu diibaratkan sebagai lautan, maka AKU itu ikannya. Ikan itu senantiasa dalam lautan dan tidak akan hidup tanpa air lautan itu.

‘Masuk’ dan ‘Keluar’, ‘berpisah’ dan ‘bersatu’, tidak termasuk dalam kamus AKU.

AKU bukan seperti badan kasar yang takluk kepada ruang dan waktu.

AKU menyerahkan diri dan nasib kepada Yang Maha AKU.

Cukuplah Dia mengawal dan memelihara AKU.

AKU tidak perlu pada yang lain lagi.

Tidak perlu pertolongan dari ghairullah (selain Allah), bahkan tidak ada ghairullah pada pandangan AKU

Cukup Allah saja bagi AKU.

30. AKU ITU HIDUP

 

Dalam alam dunia ini kita katakan si anu itu orang kota dan si anu itu orang desa, ataupun si anu itu pejabat atau si anu itu berada di rumah mewah.

Semua itu menunjukkan tempat dalam alam nyata ini.

Tetapi bagi ROH itu semua tidak ada.

Ia bebas dari tempat atau arah atau masa atau waktu.

ROH itu hidup. Ia tidak takluk kepada alam nyata atau alam kebendaan.

ROH itu hidup dengan limpahan Yang Maha Hidup.

Demikianlah AKU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: