Siri Aku 10 sampai 20

10. AKU BERILMU

 

AKU itu berilmu.

Ilmunya adalah limpahan ilmu Allah.

Ilmu itu meliputi yang diketahui.

Apa yang diketahui itu adalah kandungan ilmu.

Oleh karena AKU adalah ilmunya, dan yang diketahuinya adalah sebenarnya ‘bersatu’, ‘bersama’, dan tiada bercerai.
AKU itu tahu. Apa yang AKU tahu itulah kandungan ilmu AKU.

Bermacam-macam yang diketahui oleh AKU.

Semua itu kandungan ilmu AKU.

Semua itu tiada terpisahkan dari AKU.

11. AKU TIDAK MEMILIK SIFAT TERCELA

 

AKU tidak megah dan tidak bangga.

Orang yang telah kenal AKUnya tidak memiliki sifat-sifat yang tercela seperti takabbur, congkak, sombong, kikir, dengki, khianat, mengumpat, takut kepada ghairullah dan sebagainya.
Sifat-sifat tercela itu tidak perlu baginya.

Segala sifat tercela itu dengan sendirinya hilang dan diganti dengan sifat-sifat terpuji.

Apa yang hendak dimegah-megahkan, dikhawatirkan, ditakutkan?, karena AKU ini sebenarnya tiada apa-apa.

AKU itu kosong belaka.

Yang ada hanya Allah pada hakekatnya.

Allah memiliki segala-galanya.

Dia yang patut dipuji dan dipuja.

12. AKU TETAP KAYA JIWA

 

Walaupun dari segi kehidupan dunia ini seseorang itu miskin harta, tetapi kalau jiwanya kenal diri dengan Tuhannya, ia tetap kaya.

Kaya pada perasaannya.

Walaupun susah kehidupan dunianya,

AKUnya tetap merasa senang.

Walaupun badannya lemah,

AKUnya tetap merasa kuat.

Walaupun kesunyian tanpa rekan, namun tetap merasa ramai.

AKU yang telah ‘menyerap’ dalam Yang Maha AKU,

atau jiwa yang ‘menyerap’ dalam Jiwa Semesta

atau perasaan yang ‘menyerap’ dalam Perasaan Sejagat Raya,

atau diri yang ‘menyerap’ dalam Diri Semesta Raya,

Maka tidak akan merasa lemah, tidak akan merasa susah, tidak akan merasa jatuh, tidak akan merasa duka, dan tidak akan merasa sunyi.

13. TUJUAN AKU

 

Tujuan AKU ialah ALLAH.

Yang diharapnya ialah keredhaan Allah.

Yang diminta ialah keampunan Allah.

Pada pandangan AKU kehidupan akhirat itulah yang utama.

Kembali ke hadirat Allah itulah yang diidamkannya.

AKU tidak takut berpisah nyawa dari badan karena ‘mati’ sebenarnya berpindah alam, dari alam dunia ke alam barzakh.

AKU tetap AKU juga.

Walaupun badan hancur tetapi AKU tidak hancur.

AKU akan kembali sadar ketika hijab-hijab pada jasad telah hilang.

14. AKU TIDAK MERASA HINA

 

AKU tidak merasa hina karena miskin papa atau buruk rupa atau cacat tubuh atau tidak berpangkat atau tidak banyak kawan atau tiada harta benda sedikitpun jua

Semua itu berkaitan dengan keduniaan dan kebendaan, tidak ada sangkut paut dengan AKU yang bersifat kerohanian.
AKU hina jika kufur dengan Allah.

AKU hina jika jauh dengan Allah,

AKU hina jika tidak beriman dan tidak bertakwa,

itulah kehinaan pada AKU yang sebenar-benarnya.

15. AKU APA ADANYA

 

AKU tidak megah dengan harta benda, uang, pangkat jabatan, kekuasaan, sanak saudara yang banyak dan segala ghairullah (selain Allah).

AKU tidak iri hati dengan orang kaya. tidak dengki dengan orang-orang berpangkat tinggi.

Pada pandangan AKU segala harta benda, uang, pangkat jabatan, istri, anak pinak, saudara dan sebagainya itu adalah milik Allah yang dianugerahkanNya kepada siapa saja yang dikehendakiNya.

Dia yang menentukan siapa yang patut diberi harta banyak dan siapa yang patut diberiNya harta yang sedikit.

Semua itu Allah yang menentukan.

KetentuanNya tidak dapat disanggah dan dipermasaalahkan.

Kenapa AKU mesti gusar dan iri hati dengan ketentuanNya.

Dia yang AKU puji dan puja tentulah AKU redha dengan ketentuanNya.

16. ASAL AKU

 

AKU itu diri.

Diri manusia itu banyak tetapi berasal dari Diri Yang Satu.

Diri itu ROH.

ROH itu banyak tetapi berasal dari Satu ROH yaitu AL ROH.

Al Roh itu diberi gelar oleh orang-orang Sufi sebagai Hakekatul Muhammadiyah atau juga digelar Insan Kamil atau Insan Kabir.

AL ROH itu juga digelar Al Roh Ul Kulliyah (Roh semesta).

Dari ROH Semesta inilah didzahirkan ROH-ROH yang banyak itu.

Allah dzahirkan Al Roh dan dari Al Roh didzahirkan sekalian ROH.

ROH seseorang itu pancaran dari Al Roh dan Al Roh berasal dari Allah jua

17. AKU TIDAK HERAN

 

AKU tidak kagum dengan kemajuan manusia.

Tidak kagum dengan kemajuan sains dan teknologi, kemajuan perniagaan dan perindustrian.

Bahkan AKU tidak heran dengan segala urusan keduniaan.

Yang diherankan oleh AKU ialah Allah Yang Maha Bijaksana yang melimpahkan segala ilham kemajuan itu.

Sebenarnya Dialah yang maju dan Dialah yang bijaksana.

Dia yang memiliki segala ilham.

Sumber ilham kemajuan itu dari Yang Memiliki Ilham itu sendiri yaitu Allah jua.

18. TEMPAT ASAL AKU

 

AKU sebenarnya berasal dari tempat yang tinggi dan mulia yaitu di hadirat Allah Ta’ala

Kemudian datang sebentar ke alam bumi dan di-jasad-kan dengan badan jasmani untuk waktu yang ditentukan seperti merantau sebentar di alam bumi ini.
Apabila sudah cukup waktunya berada di perantauan,

AKU pun kembali pulang menuju ke tempat asal.

Ibarat perantau kembali ke kampung halaman. Tidaklah terkira hati berasa nyaman.

Tetapi jika diperdalam, direnung dan dikaji,

AKU tetap berada di tempat sendiri.

Bukan dari mana dan ke mana pergi.

Kapan dan di manapun juga AKU tetap di tempat sendiri jua.

AKU datang dari Ilahi, tidak bercerai walaupun seinci dan sesaat.

AKU tetap bersama setiap masa dengan Allah swt.

Dulu AKU bersama denganNya, sekarang pun bersama denganNya, akan datang pun bersama denganNya. Senantiasa AKU terus bersama-sama denganNya.

AKU ini tetap AKU jua, bersama Allah senantiasa.

Hanya alam-alam yang ditempuh saja berbeda , dari satu alam ke satu alam yang lain..

AKU senantiasa kekal dengan Allah, walaupun di alam mana pun AKU berada.

19. PENYERAHAN BULAT AKU PADA ALLAH

AKU senantiasa menyerahkan diri kepada Allah swt.

Penyerahan total, bulat sepenuhnya.

AKU menyerahkan diri kepada Allah ibarat bayi menyerahkan dirinya kepada ibunya, ibarat mayat menyerahkan dirinya kepada pemandi mayat, ibarat ombak mem-fana-kan atau melenyapkan dirinya kedalam lautan.

Bahkan lebih dari itu lagi. Tidak dapat digambarkan lagi.

20. AKU JUGA ADA KALA SANGSI

 

Adakalanya AKU itu sangsi dan ragu atau perasaan tidak menentu terhadap kasih sayang Yang Maha Penyayang.

Mungkin setan berbisik kedalam kalbu supaya ragu-ragu dan tidak percaya dengan kasih sayang Yang Maha Pengasih.
Oleh karena itu, AKU senantiasa memohon perlindungan Allah dari bisikan setan.

Setiap saat AKU berjuang melawan bisikan setan itu dan mengharapkan bantuan dari Yang Maha Gagah Allah swt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: