“Status-status Nasehat 1”

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 15 Februari 2012

Saudara-ku yang selalu dalam Rahmat dan Kasih Sayang-Nya…

Kehidupan sebagai manusia adalah tahap yang TERTINGGI dalam evolusi dunia. Meskipun demikian..,
Tanpa usaha spiritual yang murni dan suci, hidup ini tidak ada artinya.
Karakter sangat penting dalam usaha spiritual.. .
Karakter yang baik membuat hidup kita abadi..
Karakter yang baik hidup terus mengatasi kematian…
Karakter yang baik adalah kekuatan..
Karakter yang baik merupakan pra-syarat untuk memperoleh pengetahuan yang baik.
Karakter yang baik adalah keharuman bunga yang memberi nilai dan hakekat.
Karakter yang baik akan abadi karena berhubungan dengan sesuatu yang abadi..,
Karena itu..,
Engkau harus sungguh-sungguh menginginkan dan berusaha membuat karakter-mu tidak tercela dan ternoda.

Ke-luhuran-mu tercermin dalam karakter-mu..
Tunbuhkan sifat cinta-kasih terhadap sesama-mu..
Jujur, santun dan beradab…
Bantulah mereka yang membutuhkan bantuan-mu…
Sabarlah, tabahlah dan setialah…
Tahan diri-mu untuk melakukan hal yang tidak baik.
Pelihara-lah sifat-sifat yang mulia ini…

Saudara-ku yang baik,
Ratusan hal-hal kecil yang engkau lakukan setiap hari akhirnya menetap menjadi kebiasaan-mu..
Kebiasaan berkembang menjadi perilaku,
Perilaku berkembang menjadi sifat..
Sifat itulah karakter-mu
Keadaan-mu sekarang diakibatkan oleh masa lalu-mu dan oleh kebiasaan-kebiasaan yang selama itu terbentuk.
Apa pun juga sifat karakter-mu, yang engkau anggap tidak baik…
Yakin-lah..!
Semua itu pasti dapat diubah, dengan cara mengubah proses berpikir dan berangan-angan yang selama ini merupakan kebiasaan-mu
Tidak ada orang jahat yang tidak dapat diperbaiki…
Kebiasaan dapat diubah..,
Karakter dapat diperhalus..
Dengan ke-sungguhan semua pasti bisa…

Ketahui-lah…
Di dalam diri kita SELALU ADA kemampuan untuk menentang kecenderungan-kecenderungan yang buruk dan selalu ingin mengubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik..
Engkau hanya perlu menyadarinya…
Dengan kesadaran, dengan penyangkalan diri, dengan pengabdian…dengan.. dengan.. perbuatan kita yang baik lain-nya, serta RENUNGAN, engkau dapat membuang kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak baik.

Mari..
Kita bentuk kebiasaan baru yang membawa kita ke-jalan Ilahi.

Untuk saudara-ku yang masih muda-muda..
Dengar-kan ini..

Kondisi dan keadaan pada saat pembuahan antara kalian berdua akan berpengaruh pada KARAKTER mereka nanti.
Maka..
Berikan kepercayaan kalian..
Berikan kecerdasan kalian..
Berikan cinta kalian..
Berikan kesenangan..
Berikan kebahagian..
Berikan kegembiraan.
Agar mereka ikut patuh, cerdas, cinta, senang, bahagia, dan gembira seperti kalian..
Itulah dasar yang penting dan perlu kalian tanamkan sejak awal..

…………………………………
Dalam biji ada lembaga dalam lembaga tersimpan RAHASIA dan KARAKTER suatu pohon…
Itulah yang dibilang ilmu yang sedikit…

Salam
Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 14 Februari 2012

Saudara-ku yang berbahagia di mana saja berada…

Ucapan adalah instrument indah yang diberikan kepada kita..
Ucapan memiliki kekuatan yang luar biasa..
Ucapan bisa untuk mengangkat diri dan orang lain,
Ucapan juga bisa untuk menjatuhkan diri dan orang lain.
Ingat..!
Ucapan-mu = Doa-mu = Permintaan-mu.
Setiap doa pasti dikabul-kan.
Yang meminta pasti di-beri.

Maka..
Pilih-lah kata-kata yang baik dalam ucapan-mu.

Saudara-ku yang selalu menjaga setiap ucapan-nya…
Jagan-lah mengatakan sesuatu yang mengganggu ketenangan.
Jagan-lah mengatakan sesuatu yang membawa kesedihan atau kegelisahan.
Jagan-lah mengatakan sesuatu yang mempersulit keadaan.
Jagan-lah mengatakan sesuatu yang melemah-kan kekuatan fisik.
Jagan-lah mengatakan sesuatu yang menjatuh-kan keberanian mental.

Per-halus-lah semua ucapan-mu saudara-ku…
Mari…
Katakan-lah sesuatu yang menyenangkan..
Katakan-lah sesuatu yang menyejukan..
Katakan-lah sesuatu yang menghibur..
Katakan-lah sesuatu yang membuat mereka kuat.
Katakana-lah sesuatu yang memudah-kan..
Karena..
Kata-kata tidak memerlukan biaya apapun..
Namun kata-kata baik-mu itu sungguh tak ternilai harganya.

Kata-kata semestinya di-gunakan dengan hati-hati dan bijaksana,
Hanya kata-kata yang baik saja-lah yang boleh keluar dari ucapan-mu.
Jangan-lah kau sia-sia-kan ucapan-mu..
Jagan-lah membuang waktu-mu dengan gosip yang kering saudara-ku
Buanglah waktu-mu untuk satu tujuan yang murni dan produktif saja.

Lebih baik engkau memilih diam sejenak untuk memurnikan ucapan-mu dari kata-kata yang tidak baik yang keluar tanpa terkontrol olehmu.

Kalau-lah pepatah mengatakan :
Berbicara itu perak dan Diam itu emas,
Maka…
Berbicara-lah yan baik itu-lah Berlian untuk-mu.

Ketahui-lah..
Pikiran dapat mengarahkan kedalam pandangan batin Tuhan
Ucapan dapat membawa kita ke pandangan luar…
Namun keduanya dapat meningkatkan ke-imanan kita kepada-Nya.

Salam
Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 11 Februari 2012

Saudara-saudara-ku yang terkasih,

Negeri-ku ibarat rumah sakit yang besar..

Ada yang mengeliat-geliat karena sakit iri.
Ada yang bengkak karena kesombongan.
Ada yang tidak dapat tidur karena benci.
Ada yang menjadi buta karena kikir.
Ada lagi yang terserang kelumpuhan karena mementingan diri sendiri.

Setiap orang menderita beberapa macam penyakit…

Saudara-ku yang kini dalam proses penyembuhan…

Engkau harus berterima kasih kepada dokter yang mendiagnosa penyakit-mu.
Engkau harus berterima kasih juga kepada para perawat yang merawat-mu.
Engkau harus bertekad mengikuti pengobatan yang disarankan.
Engkau harus mengikuti system diet yang di-anjurkan.

Tidak cukup engkau menghafal resep-nya saja.
Tidak cukup engkau membaca lebel di-botol (3x sehari).
Atau datang ke rumah sakit setiap hari, memuja dan memuji dokter-nya,
Hal itu mungkin hanya menyebabkan ia merasa iba kepada-mu.
Tetapi penyakit-mu hanya bisa sembuh dengan makan obat,
Mematuhi diet, pembatasan dalam makan dan minum..
Serta kebiasaan-kebiasaan-mu….

Saudara-ku yang berbahagia dengan profesi dokter-nya.

Jangan-lah engkau ber-tengkar demi dompet pasien-mu.
Jangan-lah berusaha merebut pasien dari dokter yang lain.
Jangan-lah menghina dokter yang lain.
Jangan-lan bersikeras dengan cara pengobatan-mu sendiri.
Jangan-lah mengabaikan pengalaman kegagalan-mu.
Jangan-lah menuruti tingkah atau kesenangan perkiraan dan prasangka-mu.
Jangan-lah mementingkan kedudukan pasien dari pada penyakitnya.
Jangan-lah kau jual obat-obat paten-mu untuk memperkaya diri.

Semoga cepat sembuh saudara-ku…
Semoga bertambah lagi dokter-dokter yang berhati mulia..
Semoga damai negeri-ku tercinta.

Salam
Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 10 Februari 2012

Engkau harus mencari silsilah leluhur-mu.
Dan membanggakan-nya.
Dalam diri-mu ada tanda mata-nya.
Bapak dan Ibu-mu…
Kakek dan nenek-mu..
…….
…….
Rasul dan Tuhan-mu.

Inilah keramat-keramat-mu..
Yang selalu menjaga-mu..
Membimbing-mu..
Yang menyebabkan kehadiran-mu…

Saudara-ku,
Engkau harus menjunjung tanah leluhur-mu.
Dan membanggakan-nya.
Dalam diri-mu ada tanda mata-nya…
Tanah kelahiran-mu.
Kampung halaman-mu.
Negara-mu.
…….
…….

Inilah guru awal-mu..
Yang telah mengajar-mu
Membentuk-mu..
Yang menjadi darah-daging-mu

DIA
Tuhan Yang Maha Tinggi
Asal segala sesuatu..

ALAM
Turun bersama dengan timbul-nya ilusi
Kemudian..
Timbul-lah eter..
Timbul-lah angin..
Timbul-lah api..
Timbul-lah air..
Timbul-lah tanah (bumi).

Dari kombinasi ke-lima unsur ini di-hasil-kan engkau..
Persemayaman suci bagi Tuhan.

Seluruh tangga ini harus didaki untuk mencapai..
Asal-usul semua-nya.

Salam

Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 9 Februari 2012

Saudara-ku yang berbudi pekerti baik…

Kita adalah orang-orang yang ber-beda..
Dengan Pendapat-pendapat yang ber-beda..
Dan Tindakan-tindakan yang ber-beda..
Semua-nya hadir bersama dan menyatu…
Untuk menciptakan KEBERSAMAAN.

Dengarkan nada-nada yang ber-beda dalam suatu simfoni.
Nada-nada itu serempak membuat suatu harmoni yang indah bukan?

Saya sangat menghargai setiap per-bedaan.

Memang..
Hati kita yang merupakan pikiran terdalam..
Yang paling dekat dengan jiwa, sangat sensitif dengan perbedaan.

Namun..
Jika pikiran ter-buka..
Hati kita segar dan bangkit…
Kita akan mudah merasakan sentuhan-sentuhan halus..
Keindahan-keindahan dalam suatu perbedaan.

Setiap perbedaan tidak perlu disikapi dengan kecurigaan…
apalagi permusuhan…
Norma agama telah mengajarkan kita untuk
Santun..
Damai..
Beradab..
Bersatu…
……………

“ IKHTILAFU UMMATI RAHMATAN”
Perbedaan di-antara umat-ku adalah Rahmat.

Salam.

Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 9 Februari 2012

Saudara-ku yang selalu dalam kasih sayang-Nya…

Kalau-lah kita memiliki kepercayaan kepada Tuhan…
Tidak perlu rasa-nya berdoa menceriterakan dan meminta..
Keperluan dan keinginan dan kebutuhan kita kepada-Nya.
Mengapa?
Karena DIA akan memenuhi itu semua walaupun tidak kamu katakan.
Karena DIA mengetahui apa-apa yang belum ter-ucap dari mulut-mu.
Karena DIA mengetahui tentang diri-mu daripada diri-mu sendiri.

Betapa DIA sangat menyayangi-mu saudara-ku..
Suka cita-mu adalah suka cita-Nya.
Duka cita-mu pun duka cita-Nya.

Lihat-lah kasih sayang yang diberikan oleh orang tua-mu.
Begitupula gambaran kasih sayang yang diberikan oleh-Nya.

Karena sekarang…
Dia mengenal-mu lebih dari pada kamu mengenal diri-mu sendiri..
Maka..
DIA akan mengabulkan doa yang sesuai buat-mu menurut-Nya, bukan menurut-mu.
DIA akan mengabulkan doa pada saat yang DIA kehendaki, bukan yang kamu kehendaki.

Jangan-lah ragu akan kasih sayang-Nya…
Jangan-lah meminta karena itu artinya kamu tidak percaya.
Jangan-lah memaksa…
Jangan-lah kau rendah-kan kwalitas ke-imanan-mu saudara-ku…

Mari..
Tingkat-kan terus kwalitas iman-mu..
Terus-lah tebarkan kebaikan dimana saja kamu berada..
Tabung-lah terus amal-kebaikan-mu…
Berbuat baik-lah dan segera lupakan…

DIA MAHA MENGETAHUI
DIA MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG

Ketahui-lah..
Kwalitas keimanan-mu itulah kwalitas doa-mu dihadapan-Nya.

Salam

Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 8 Februari 2012

Saudara-ku yang tengah menempuh perjalan hidup-nya..

Mengarungi kehidupan…
Laksana menapaki perjalanan jauh dan berliku..
Sejauh hamparan mata memandang..

Ada kalanya kita melewati daerah padang gersang..
di-terpa angin panas kencang menghujam..
pernah tenggorokan ini kering..
namun pundi-pundi air-pun telah kering..
ada kalanya juga kita harus mendaki..
menemui bukit yang curam dan terjal dan berbatu tajam..
pernah di-tengah pendakian..
hujan turun diselimuti mendung yang kelam.

Ini-lah salah satu sesi kehidupan kita.

Saudaraku yang terus bergerak maju..
Sadari-lah..
Bahwa…
Ini-lah cara Tuhan menyaring untuk memilih,
Masih mampukahkita terseyum kala berduka?
Masih iklas-kah kita memberi ketika susah?
Masih sabar-kah kita, ketika seluruh upaya telah sirna?

Ujian ini tidak-lah berat..
Manakala tujuan hidup telah terpancang.
Manakala tantangan bukan di-anggap beban.
Manakala menganggap ini adalah kewajiban.

Pupuklah terus iman di dada.
Tetap berpikir baik.
Ber peri-laku positif.
Teruslah perbaiki diri.
Taklukan itu semua.
Banggakan diri-mu dan diri-Nya

Salam.

Zulkarnain Bandjar

lmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 6 Februari 2012

Saudara-ku yang sedang diliputi perasaan sedih dan cemas…

Kalau-lah takdir itu adalah satu ujian yang berat menurut-mu,
Maka…
jika engkau lulus dari ujian..
Sungguh engkau benar-benar telah ber-bahagia di dunia ini.

Takdir adalah ketentuan..
Yang sudah kita sepakati bersama-Nya
Yang tidak bisa di tawar-tawar lagi.
Yang tersurat dan tersirat dan menjadi hak, tidak dapat di-ubah..
Hari ini terjadi takdir pada kita..
Besok mungkin kepada saudara kita yang lain..
Atau mungkin juga masih pada kita..
Lalu kenapa?

Bergembira-lah engkau yang menerima takdir..
Karena engkau telah di-perhatikan,
Karena engkau telah dipilih,
Karena takdir-mu… ingin menguji-mu dan mencuci-mu dan memuliakan-mu.
agar kamu menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Menangis-lah apabila engkau tidak menerima takdir,
karena tanpa takdir di-khawatirkan..
kamu akan lupa kepada-Nya.

Saudara-ku, ingat-lah ini..
Jangan-lah pernah katakan “ Tuhan.. mengapa aku diberikan ujian yang berat ini..”
Tapi katakan-lah “ Tuhan.. aku ingin membanggakan-Mu, berilah aku ujian yang lebih berat lagi”
Karena…
Yang di-beri kemudahan bisa jadi ditolak…
Yang diberi kesukaran bisa jadi diterima…

Saudara-ku..
Sudah semestinya kita bersyukur dengan takdir kita,
karena DIA pasti mempunyai rencana baik di-balik ini semua,
ini bukan soal keberuntungan saudaraku..,
Karena dengan bersyukur kita senantiasa berpikir baik,
mungkin ada yang berpendapat ini tidak realistis?
Namun..
Bersyukur telah membuat kita bersikap menerima kenyataan.
Adakah yang lebih realistis selain kita terbebas dari kecemasan dan ketakutan?
Maju-lah saudara-ku..,
Maju-lah terus..
Gapai-lah takdir-mu
Tak ada yang meringankan hidup-mu.
Selain dari sikap BERSYUKUR.

Salam

Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 4 Februari 2012

Saudara-ku yang hatinya menerangi akal fikirannya….

Ketika lahir, kita nampak begitu lemah sekali..
Lalu..
Mulai-lah kita belajar merangkak dan berdiri dan berjalan..
Masa kanak-kanak kita lalui hingga sampai-lah remaja dan menjadi dewasa.
Semangat untuk hidup dan belajar dan bekerja menimbulkan rasa cinta akan kehidupan.
Akhirnya.. kita menikah dan ber-anak cucu…
Selanjutnya..
Semangat hidup itu mulai menurun secara bertahap samapai akhirnya kita menjadi lemah kembali.
Seperti sedia kala saat kita mulai dilahir-kan..
Lemah tak berdaya..

Kita sudah melalui beberapa masa saudara-ku..
Penurunan terjadi sepanjang waktu..
Banyak tanda-tanda yang menegaskan hal itu..
Lihat-lah lapisan kulit-mu yang dulu halus, memikat dan padat..
Ber angsur-angsur keriput, lembek, tidak menarik lagi.
Kaki-mu kini bergetar karena menahan beban tubuh..
Tangan-mu gemetar…
Daya ingat-mu berkurang dan pikiran-mu pun mulai melemah…
Kini… kau cepat lelah.. pandangan-mu kabur.. gigi-mu menjadi ompong…
Lihatlah warna rambut-mu yang tadinya hitam…
Lambat laun memutih..
Lihat-lah semua-nya saudara-ku…
Kalau-lah rambut saja mau memutih?
Mengapa tidak kau putih-kan juga hatimu?

Saudara-ku yang kini telah meningkat kwalitas hidup-nya..
Kematian dan kehidupan adalah dua gambaran yang saling sambung menyambung..
Seperti atom dan energi..
Ketika mati energinya akan menghilang, yang tersisa hanya materi serta atom..
Agar ada kehidupan.. diperlukan adanya kematian…
Agar kita nampak nyata di dunia ini.. maka saudara kita yang lain harus pergi…
Dan.. kita akan pergi agar bisa memberi tempat kepada saudara kita yang lain..
Demikian-lah hal ini berjalan.. dan terus berjalan…
Semua itu terjadi tidak secara tiba-tiba.. tidak secara serampangan…
Disana.. pasti ada konsep alam yang sangat BESAR..

AFALA TA’LAMUUN……
AFALA TA’KILUUN….
AFALA YATAFAKKARUUN….

Apakah kamu tidak berfikir… apakah kamu tidak berfikir?
Alam saja sudah membawa kita supaya berhasil sampai ke tingkatan akal dan kecerdasan tertingginya.
Adakah di planet ini yang lebih cerdas daripada kita?

Kita masih ada di awal perjalanan saudara-ku…
Kita harus bisa memutar kembali roda waktu agar kita bisa memahami ini semua..
Sekarang..
Saya akan biarkan saudara-ku semua untuk merenung-kan sebentar saja..
…………………………………………………………………..

Salam

Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 2 Februari 2012

Saudara-ku yang dicintai dan mencintai Tuhan-nya…

Bila cinta memanggil-mu..
Turutilah bersama-nya, kendati jalan yang terpampang terlihat keras dan terjal.
Bila cinta merangkul-mu..
Berserah diri-lah padanya, walaupun barangkali akan meremukkan tulang-mu.
Bila cinta bertutur pada-mu..
Percayalah padanya, meskipun kata-katanya melukai dan menghancurkan harapan-mu.
Cinta akan menyuburkan sekaligus mematikan-mu.
Membumbungkan dan menghempaskan.
Menguliti sampai engkau terlepas dari kulit luar-mu.
Melumat-mu untuk memutihkan-mu.
Meremukkan-mu hingga engkau lentur..
Cinta melakukan semua itu hanya untuk-mu.
Sampai engkau berhasil menguak rahasia dalam diri-mu.
Agar engkau sanggup menjadi bagian dari kehidupan.
Agar cinta dapat menyatukan diri-mu dan diri-Nya.

Saudara-ku yang bersemayam cinta dalam lubuk hati-nya…
Jangan-lah engkau ijin-kan keraguan atau ketakutan bersemayam di hati-mu.
Jangan pula engkau perbudak cinta-mu hanya demi meraup kesenangan.
Mari….
Masuk-lah kedalam alam cinta yang tak mengenal musim..
Yang akan membuat-mu bebas tersenyum….
Tertawa yang bukan terbahak..
Menangis….
Air mata yang bukan tangisan.
Karena..
Cinta tak akan pernah meng-anuhgrah-kan apapun kecuali wujudnya sendiri.
Dan..
Cinta tak pernah menuntut apapun dari-mu kecuali wujud-nya sendiri
……………..

Cinta tidak pernah menguasai.. dan dikuasai…
Lantaran cinta terlahir hanya demi cinta.

Akhir-nya…
Demi cinta-mu saudara-ku..
Jangan pernah engkau bertutur “Tuhan bersemayam di dalam lubuk hati-mu”
Namun ucapkanlah “Aku tengah bersemayam di dalam lubuk hati Tuhan”
………………………..

Salam

Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 1 Februari 2012

Saudara-ku yang bersemayam Tuhan didalam lubuk hati-nya…

Ber-awal.. Lautan menguap dan membumbung dan menggumpal lalu.. jadilah awan.
Kemudian.. awan melintasi perbukitan dan lembah-lembah.
Hingga.. manakala berjumpa semilir angin lembut, menangis-lah ia, bercucuran membasahi bumi.
Di manakah ia jatuh?
Sungguh berbahagia-lah ia yang kembali menyatu bersama bengawan, kembali ke lautan tanah air-nya.
Bagaimana dengan ia yang jatuh di hutan belantara yang jauh dari sang bengawan?
Kapankah akan kembali lagi ke-lautan tanah air-nya?

Saudara-ku yang sedang berjalan menuju lautan cinta…
Kehidupan awan-gemawan adalah,
Perpisahan dan pertemuan..
Air mata dan senyuman..
Demikian juga ketika jiwa berpisah dari roh.
Kita berjalan di-alam materi dan berlalu seperti awan.
Kadang kita diatas pegunungan suka-cita.
Kadang pula dibawah pedataran dan lembah duka cita.
Hingga kita bertemu angin sepoi kematian.
Maka Pulang-lah kita kemana tempat kita ber-asal..
Tapi…
Kemana-kah kita akan kembali?
Tuhan tidak mengatakan bahwa DIA ada di surga atau di neraka.
Tuhan mengatakan bahwa DIA ada dalam diri manusia :
“Aku bersama kamu di mana saja kamu berada” (QS Al Hadiid 57:4)
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaaf: 16)
Wadzkur Rabbaka fi nafsika..
“ Ingat tuhan-mu didalam diri-mu” (QS.7:25).
……………
Kalau-lah DIA sudah ada disini, setiap detik ada disini..
Lalu ..
Jika tidak menjadi manusia.. mau kemana kita bertemu dengan-Nya?
Pulang-lah…
Pulang-lah…
Kelautan cinta dan keindahan.
Bersama-Nya..

Salam

Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

Terbit tanggal : 17 Januari 2012

Saudaraku yang menginginkan kebenaran dalam ilmu makrifatullah…

Sewaktu kita masih kecil.., dalam fikiran kita belum tersimpan kecintaan terhadap kehidupan dunia.
Akal kita masih suci dari tipu daya, dan nafsu serakah,
Yang kita ambil dari dunia ini hanyalah sekedar yang kita butuhkan saat itu saja, ibarat burung yang keluar dari sarang-nya dengan perut kosong, kemudian pulang dengan perut kenyang.
Sekali lagi saudara-ku, kita kecil adalah kita yang tidak mengambil apa-apa dari dunia ini melainkan sesuatu yang kita butuhkan saat itu saja (titik)
Yang kita tahu saat kecil itu hanya main-main, makan, tidur, kita menginginkan sesuatu dengan memohon kepada yang punya, bahkan sambil menangis, karena kita tahu pemiliknya.
Setiap ada yang menyakiti kita, kita hanya bisa benci atau takut kepada orang itu. akan tetapi hati kita suci tanpa dendam ataupun keinginan untuk membalasnya.
Keberadaan kita menjadi hiburan bagi orang lain.
DALIL ALAM ini adalah bahan dasar ilmu hakekat usul diri, bagi siapa saja yang mau berfikir.

Saya teruskan…
Saat kita kecil saudara-ku,
Siapakah yang paling kita sayangi saat itu?
Siapakah yang paling kita takuti saat itu?
Dan siapakah yang paling mencintai kita saat itu?
Jawab-nya adalah Orang Tua kita,
mengapa demikian?
Karena yang kita tahu saat itu adalah mereka-lah yang memberi kita makan, mereka-lah yang mengasuh kita, mereka-lah yang menjaga dan melindungi kita dari bahaya.
Akan tetapi setelah kita besar, fikiran kita mulai diisi dengan keinginan yang banyak, karena kita mulai mengenal masa depan, kemudian angan-angan panjang membuat fikiran dan akal kita bekerja keras, untuk mempersiapkan bekal hari esok, sehingga kita lupa kenikmatan masa kecil kita.
bahkan kita juga lupa dengan hak-hak orang lain,
dan kita juga lupa siapa-kah yang telah memberikan semua kenikmatan kepada kita saat ini.

Saudara-ku yang baik hatinya…
Awal-nya kita menerima nikmat Dari Allah melalui Orang tua kita,
Sungguh mereka-lah yang bertanggung jawab atas semua itu (“halal atau haram yang diberikan”)
Setelah akal kita berfungsi dan kita mampu mencari apa yang kita inginkan, maka kita-lah yang bertanggung jawab atas rizki dan nikmat yang Allah berikan,
ingatlah, bahwa semua akan dipertanyakan, maka berhati-hatilah saudara-ku…

Saat ini..
Tanyakan lagi didalam diri kita, bahwa siapakah yang memberikan rizki kepada kita?
Siapakah yang paling menyayangi kita?
Dan siapakah yang telah melindungi kita dan memberikan kita kekuatan?
Lalu… kenapa kita tidak mencintai..,
Kenapa juga kita tidak bersyukur kepada yang memiliki semua itu.
DIA adalah..,
Zat yang Maha Kaya yang Pengasih dan Penyayang,
Zat yang Maha perkasa dan Berkuasa Atas segala sesuatu,
Zat tempat Kita Mengadu. Dan Kepadanya-lah kita akan Kembali.
ADZKURUUNII – ADZKURUKUM
Ingat-lah AKU maka AKU pun mengingat-mu
Sejenak ini saya ingin mengajak semua saudara-ku untuk MENGHENINGKAN CIPTA
Tinggal-kan sejenak urusan dunia-mu wahai saudara-ku…
Saat hening nanti… maka cipta-lah…
Bawa-lah DIA ke-hati-mu
Duduk atau berbaring-lah dengan tenang dan damai
Pejam-kan mata-mu
Biar-kan jiwa-mu mengembara
Tanpa harapan
Tanpa khayalan
Tanpa rupa dan warna
Tanpa suara
Hampa, tanpa apa-apa
Tidak berharap bahagia
Tidak takut dengan apa-apa
Hanya kekosongan

………………………………………

Asal dari suci, kembali-lah ke suci.

Salam

Zulkarnain Bandjar

One thought on ““Status-status Nasehat 1”

  1. asdar mengatakan:

    Saya sangat tertarik, mohon izin untuk membaca dan mempelajarinya, klw d izinkan untuk mngcopy faste d file document handpond saya. Mohon doa dan restunya? Smoga bapak sekeluarga skalian umat senantiasa dlm lindungan Allah Swt. Amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: