“Status-status nasehat 2”

Ilmu Hakekat Usul Diri

5 Februari 2012

Saudara-ku semua yang saya cintai..

ILMU HAKEKAT USUL DIRI adalah salah satu ilmu untuk kita bisa lebih Mengenal Diri..
Mengenal Diri adalah mengenal Tuhan..
Ilmu ini adalah ilmu rahasia..
Yang halus…
Yang tinggi…
Yang bijaksana sekali..

Agar kita..

Bisa Melihat apa yang tidak ter-lihat..
Bisa Mendengar apa yang tidak ber-suara..
Bisa Merasakan apa yang tidak terasa..
Bisa Membaca apa yang tidak tertulis..
Bisa Mengukur apa yang tidak terukur..

Agar kita..
Bisa Membuka tirai…
Menembus batas..

Agar kita..
Semakin dekat dan dekat dan menyatu dengan Zat Yang Maha BESAR.

Salam

Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

16 Maret 2012

 

CARI YANG TERSIRAT

Ujud itu hanya sebagai perbendaharaan…
Yang tersirat-lah yang sebenarnya..
Yang tersirat sulit dinilai karena tiada bentuk dan warna,

akan tetapi…

Dialah yang mewarnai kehidupan seluruh-nya,
Dialah yang tersembunyi yang mempunyai nilai yang tinggi ..
Dia mempunyai rahasia yang perlu diselidiki dalam kehidupan manusia dan makhluk-makluk lain-nya…

Namun…

Mengapa kita kurang memperhatikan-nya..?

Apakah karena ia tidak Nampak..? terpendam..? atau tersembunyi…?

Hingga membuat pusing kepala..?

Ketahuilah bahwa..

Setiap sesuatu mempunyai rahasia yang tersirat..

Dan memang… mencarinya tidak semudah membicarakanya..

Akan tetapi hal ini perlu di kaji secara mendalam..

Karena ia adalah sumber Ilmu dan perkara yang Hak,..

Jaganlah memandang remeh tentang tersirat itu…

Jangan meng-anggap ter-surat lebih penting dan bermutu dan yang benar dan yang mewarnai kehidupan,

Pandangan tersebut kurang tepat adanya..

oleh karena itu..

Mari kita pelajari serta meng-kaji setiap zarah apa yang nampak atau pun yang tidak nampak..

Karena apa yang nampak itu adalah bayangan saja dari rahasia ilmu ter-sirat-nya,

Yang terbaik adalah mencari Ilmu dan Rahasia yang ada pada Ilmu tersebut.,

agar..

Yang Hak itu menjadi jelas dan nyata dan bertambah iman di dada.

Kenyataan Ilmu di ambil dari pada kalam Tuhan yaitu Al-Qur’an,

Sedangkan Al-Qur’an itu mengandung rahasia tentang seluruh kejadian apa yang ada di alam semesta ini..

“Li kulli Ayatin wa Harfim wa Nuqthotin minal Qur’aani”

Artinya :

Setip ayat, huruf dan titik, di dalam Al-Qur’an mempunyai hikmah

Ayat di atas adalah contoh yang terdapat di dalam Al-Qur’an, yang mana dinyatakan setiap titik,huruf,ayat dan surah mempunyai Hikmah dan Rahmat,

Maksudnya :

Al-Qur’an adalah Kalam Allah,

Setiap Huruf ada kemanisannya,

Setiap Ayat ada kebahagiaannya,

Setiap Kalimah ada kemuliaannya,

Setiap Juz ada pembalasannya,

dan setiap Surah ada keselamatannya

Demikian juga dengan berbagai peristiwa yang terjadi pasti ada hikmahnya
dan menjadi ilmu serta ingatan, juga tauladan bagi kita..

Manusia perlu mencari Rahasia
Karena manusia itu sendiri adalah Rahasia

Terutama tentang kejadian kejadian yang terang, jelas dan nyata
Agar bisa di jadikan ilmu dan pemahaman tentang kekuasaan dan kebesaran Tuhan yang berlaku terhadap seluruh makhluk Tuhan,

***

Setiap kejadian apapun itu.. tidak habis begitu saja..

Karena tidak ada yang kebetulan terjadi,,

Semua itu perlu di jadikan iktibar atau kajian sebab dan musabab..

Dan di atas kajian itulah akan lahir Ilmu dibalik Tabir
atau apa yang kita sebut sebagai TERSIRAT

Salam,
Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

13 Maret 2012

AL-QUR’AN DALAM DIRI MANUSIA

Di dalam Al-Qur’an ada dua ayat yang jelas-jelas menyebutkan bahwa Al-Qur’an itu di turunkan oleh Allah di dalam diri manusia dengan menggunakan istilah hati dan dada.

Pertama :
Surah Al-Baqarah ayat 97

“Man kaana ‘aduwwan lijibriila fa-innahu nazzalahu ‘alaa qalbika bi-idznillaahi mushaddiqan limaa bayna yadayhi wahudan wabusyraa lilmu’miniin.”

Katakanlah : “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

Kedua :
Surah Al-Qiyamah ayat 16

Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkan Al-Qur’an (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

Telah kita ketahui bersama bahwa :
Al-Qur’an itu terbentuk dari titik kemudian menjadi huruf dan seterusnya menjadi ayat yang ber-jumlah 6666 ayat dan menjadi panduan hidup manusia… kemudian… di masuk-kan pula oleh Allah ke dalam diri manusia

Pada kesempatan ini mari-lah sama-sama kita coba untuk mengkaji maksud sebenar-nya ayat di-atas karena ayat tersebut sangat JELAS dan MUDAH untuk di-pahami,

Yang menjadi persoalan-nya sekarang ialah..

Al-Qur’an yang mana-kah yang di-maksud-kan?

Al-Qur’an itu sudah berada di dalam hati manusia (Al-Baqarah 97)
Al-Qur’an itu sudah berada di dalam dada manusia (Al-Qiyamah 16)

…… sebaiknya tidak perlu di-perdebatkan lagi ….

Namun…

Siapa-kah Al-Qur’an itu..?

Setiap apa yang di katakan Al-Qur’an itu adalah Qadim (Kalam Qadim)
ini ber-arti A-Qur’an itu bersifat Qidam..

Jika ia bersifat Qidam maka ia bukan-lah Muhadas (yang baru)

Sebab..

Yang baru itu adalah makhluk yang di-ciptakan-Nya
dan yang di-cipta-kan jika ia ber-bentuk Roh maka jelas ia makhluk..

Pandangan sebagian Ulama mengatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah Qadim yaitu : Awal tiada permulaan.

Artinya ..
Kalam yang Qadim yang menjadi Hak Allah,

Jika ia menjadi Hak Allah

Maka..

Ia tidak boleh bersifat Roh akan tetapi ia harus bersifat DZAT

Jadi..

Yang bersifat Dzat itulah yang di turunkan oleh Allah di dalam dada atau hati manusia,

Siapakah dia..?

Apakah Al-Quran yang berbentuk Jirim..?
atau Jisim ?
atau Jauharul Fardhi ?
atau Jauharul Basits ?

Jika Al-Qur’an itu berbentuk yang ber-istilah di atas..
maka apakah dia sebenarnya yang di masukan oleh Allah di dalam hati manusia atau di dalam dada manusia..?

Kita wajib mengetahui hal ini sebab dia berada di-dalam diri kita sendiri, dan juga menjadi Panduan Hidup kita…

Jika ia sebagai panduan hidup manusia..
maka dapat kita katakan bahwa dia itu menjadi panduan kepada Roh, Akal, Nafsu dan Tubuh yang terdiri dari tulang, daging, urat,darah, rambut, dan sebagainya,
Tanpa ia semua yang ada pada sebuah batang tubuh manusia menjadi tiada berarti sama sekali,

Sebab itu-lah dikatakan mencari sesuatu di dalam diri..

Apa yang dicari dalam diri..?

Ini adalah isyarat untuk memahami bahwa Al- Qur’an itu ada di dalam hati manusia dan ada di dalam dada manusia,

Mungkin awal-nya kita merasa sulit untuk memahami bahwa Al-Qur’an itu ada di dalam diri manusia,

Walau apapun itu…… inilah ketentuan Allah dalam Al Quran,

Tapi…
Dalam bentuk apakah ..?

Jika berbentuk Al-Qur’an sebagaimana yang kita ketahui (bentuk kitab yang ada huruf dan rupa)

Maka itu adalah MUSTAHIL karena tidak mungkin Al-Qur’an ber-bentuk itu di masukan ke-dalam jasad kita.

Al-Qur’an adalah panduan hidup dan mati manusia…

Al-Qur’an adalah Kalam Tuhan, yang bersifat NUR untuk seluruh alam ciptaan Tuhan..

Kepada orang yang berfikir.. akan melihatnya sebagai sesuatu yang Benar dan Suci dan Bersih dengan tiada keraguan terhadapnya,

Karena itu layak-lah ia di namakan Kalam yang Qadim yaitu Kalamullah,

Rasullullah sendiri tidak akan ber-bicara melainkan pembicaraan-nya adalah Al-Qur’an,

ini ber-arti berbicara yang benar dan Haq itu Di dalam Al-Qur’an.

Ada ayat yang meng-gatakan Al-Qur’an ini sebagai Hablillah (tali Allah)
yaitu tali yang mengaitkan antara hamba dengan Tuhannya

Jika tali ini tidak di pegang teguh..
maka akan bercerai berai-lah manusia bersama Allah.

Sedangkan..
Hablillah ini mengenal Tuhan-nya sejak dari alam Roh dan dia-lah yang mengakui bahwa Tuhan itu adalah Rabbi yaitu Tuhan yang mencipta-nya,

Kalam-nya tidak pernah dusta..
Sebagaimana Rasullullah bersabda tidak mengikut perasaan-nya melainkan mengikut panduan Al-Qur’an semata-mata,

KESIMPULAN :

Al-Qur’an itu bukanlah berbentuk Jirim,Jisim atau Jauhar yang Fardhi karena istilah tersebut adalah berbentuk-bentuk dalam wujud ke-benda-an.

Al-Qur’an yang di maksud-kan oleh Allah swt ini bukanlah berbentuk kitab yang ber-jilid dan naskah akan tetapi ia adalah berbentuk Jauhar yang sulit untuk di lihat dengan mata kasar.

Al-Qur’an tersebut adalah berbentuk Zat, karena Basits itu adalah sebagian dari pada Zat yang di ujud-kan oleh Allah dan sesuai dengan Asma Allah yang Ma’anawiyah di samping ia adalah IMAM

Fungsi-nya sebagai IMAM atau Pemimpin sebagaimana yang di kehendaki oleh Allah kepada setiap muslim menjawab-nya ketika di tanya oleh malaikat Mungkar dan Nangkir di dalam kubur atau berbentuk Hablillah (tali Allah).

Karena ia IMAM maka ia adalah makhluk yang bertaraf Zat Di alam Roh…
Ketika Roh itu di tanya oleh Allah swt (Bani Isroil ayat 85 dan 86) Maka yang menjawab pertanyaan tersebut ialah yang menjadi ketua atau IMAM kepada Roh, Akal dan Nafsu,

Al-Qur’an adalah Nur Muhammad atau Hakekatul Muhammadiyah atau di kenal sebagai Nyawa atau Nafs kepada sumber segala kehidupan (Al-Basit)

Maka dia juga di kenal sebagai makhluk La Yakhluqu = Zat yang tidak menjadikan sesuatu (An-Nahl ayat 17),

Yang jelas…

Al-Qur’an yang di masuk-kan oleh Allah ke dalam diri manusia itu ialah :

Nur Muhammad atau
Hakekatul Muhammadiyah atau
Diri kebatinan manusia yang sebenarnya atau
Diri sebenar Diri yang tidak menanggung dosa,

Karena ia adalah makhluk bertaraf Dzat

maka..

Ia tidak terkecuali dari beribadah kepada Allah swt ,

Karena..

Ia beribadah dengan nama Shuhud kepada Wahdah dan juga Kasrah dan Sir.

Ia juga-lah yang di kenal sebagai NAFSAHU kepada ayat mengenal diri dan Tuhan,

Ia juga-lah yang di kenal seagai INSAN yang Sempurna yang tidak ada cacat dan celanya.

………………………………..

Salam

Zulkarnain Bnadjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

10 Maret 2012

NUR MUHAMMAD (2)

Kepercayaan dan keyakinan yang penuh-lah membuat diri seseorang itu percaya kepada istilah Nur Muhammad,

Ini di sebabkankarena Nur Muhammad adalah sesuatu yang gaib maka terlalu sukar bagi manusia itu hendak mem-percayai-nya walaupun dalam Rukun Iman harus percaya kepada yang gaib namun… mau tidak mau.. manusia terpaksa ragu dengan keimanan-nya karena Allah s.w.t sentiasa menyeru kepada manusia yang ber-azas-kan kepada seruan orang-orang yang BERIMAN bukan kepada orang-orang ISLAM.

Tidak semestinya orang Islam itu beriman karena jika setiap orang Islam itu benar-benar beriman maka sudah tentu-lah mereka akan melaksanakan arahan dari Allah supaya melaksanakan Hukum-Nya, karena itulah Allah menyatakan kebanyakan mereka tidak beriman sebagaimana firman-Nya yang artinya :

“Sebagian daripada mereka tidak mau beriman malah melakukan syirik (Yusuf ayat 106)”

Di dalam kehidupan manusia kadang kala manusia bertanya-tanya apakah penilaian Allah terhadap seorang manusia..?

Jawabannya sangat mudah…

Allah tidak memandang kepada manusia (Jasmani).
tetapi Allah memandang kepada HATI yang di dalamnya ada mengandungi NUR.

Maksud-nya adalah :

Hati yang mengandungi Nur Muhammmad (cahaya yang terpuji)

Maka..

Manusia hendaklah mengenali hatinya yaitu tempat bersemayam Allah swt,

Hati yang dimaksud adalah bukan merupakan segumpal daging..,
tetapi Hati itu adalah Rohani (Ruhul Yaqazah) yang terdiri dari :
Roh,
Akal,
Nafsu,

Memang agak sulit untuk mengenali Ammar Rabbi ini..
kecuali mempelajarinya..,
Karena telah banyak orang salah sangka dengan istilah tersebut, sehingga timbul berbagai-bagai pemahaman yang membawa kepada “kesesatan” atau menolaknya..

Akibatnya..

maka jadilah Ilmu ini sebagai “momok” dan di takuti oleh umat Islam itu sendiri..
yang pada giliran-nya mereka menutup rapat istilah “Nur Muhammad” ini di dalam kehidupan-nya.

Di dalam Al Quran Allah berfirman yang artinya :

“Jadilah kamu orang Rabbani Ahlullah dengan mengajar kitab dan mempelajari kitab Al Quran (Surah Al Imran79) “

Ayat di atas adalah suatu perintah dari Allah jadilah kamu orang Rabbani (orang yang memahami ilmu ketuhanan) yaitu suatu kepercayaan tentang yang gaib.,

Ilmu yang gaib datangnya daripada Allah karena Tuhan itu adalah yang Maha Gaib.

Ilmu ini akan menyentuh permasaalahan tentang Asma, Sifat.. dan dalam
soal asal usul… soal Af’al Allah..,

Walaupun Ilmu ini jarang di ajar-kan..,
Namun…
Itulah yang di perintahkan oleh Allah kepada manusia.

Rabbani itu ialah :

Dia yang awal,
Dia yang akhir,
Dia yang zahir,
Dia yang batin.

Jika mau mengenal Dia..,
maka Dia itu Zat,
maka Zat itu pula adalah Zat yang tidak berupa apa-pun jua (Laisa kamislihi)
artinya : ketika hendak mengenal yang gaib, maka di sana terdapat “lampu merah” tanda bahaya…
yaitu jangan ada di antara manusia yang coba-coba mau mengenal Zat-Nya
ini sangat terlarang…
akan tetapi… yang di perintahkan adalah tentang mengenal makhluk ciptaanNya sekalipun makhluk itu berbentuk gaib seperti
Jauhal fardh,
Jisim
Jirim
Jauhar basit
……………………..

Atau istilah..

Moleikul.
Atom,
Elektron,
Newtron
Proton,
Ion
dan sebagainya..

Maka.. di sin-ilah para ilmuan mengambil suatu pendekatan untuk mengenal Allah melalui mengenal Asma-Nya yaitu Nur,

Untuk suatu pendekatan mengenal-Nya dan dengan mengenal Asma Allah-lah lahir ilmu yang di sebut sebagai Sifat 20 dengan tujuan untuk mengenal Tuhan dan mengenal diri..

Semua bentuk ilmu ini adalah ber-azas-kan kepada yang Gaib..

Coba pikirkan…

dari apa nyawa di jadikan oleh Allah..?
Rohnya..?
Akalnya..?
Nafsunya …?

Semua ini adalah makhluk Tuhan… sekalipun nyawa itu bertaraf Zat..

Salam
Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

9 Maret 2012

 

“NUR MUHAMMAD”

Muhammad itu merupakan Nur yang terpancar dari Dzat Tuhan..
Nur Muhammad adalah yang pertama diciptakan..
Nur Muhammad adalah Roh dari segala makhluk…
Sehingga tidak ada makhluk tanpa adanya Nur Muhammad..

Karena dengan Nur Muhammad inilah DIA melahirkan secara nyata sifat ketuhanan-Nya dalam diri setiap makhluk.

Hakekat Nur Muhammad Hakekat Sifat Allah dalam DIRI

—————————————————————-

Hidup kita karena hidupnya Muhammad dalam DIRI kita,
Hidupnya Muhammad dalam diri kita karena HAYAT-Nya Allah SWT.

Tahu kita karena tahu-nya Muhammad pada HATI kita,
Tahu-nya Muhammad pada hati kita dengan ILMU-Nya Allah SWT.

Kuasa kita karena kuasa Muhammad pada TULANG kita,
Kuasanya Muhammad pada tulang kita dengan QUDRAT-Nya Allah SWT.

Ber-kehandak kita karena ke-hendak Muhammad pada NAFSU kita,
Ber-kehendak-nya Muhammad pada nafsu kita dengan IRADAT-Nya Allah SWT.

Men-dengar kita karena pen-dengar-an Muhammad pada TELINGA kita,
Men-dengar-nya Muhammad pada telinga kita dengan SAMI’-Nya Allah SWT

Me-lihat kita karena peng-lihat-an Muhammad pada MATA kita,
Me-lihat-nya Muhammad pada mata kita dengan BASIR-Nya Allah SWT.

Ber-kata kita karena Ber-kata-nya Muhammad pada LIDAH kita,
Ber-kata-nya Muhammad pada lidah kita dengan KALAM-Nya Allah SWT.

Awal Muhammad adalah NURANI, menjadi ROH dalam diri kita.
Akhir Muhammad itu adalah ROHANI, menjadi HATI dalam diri kita.
Dzahir Muhammad itu adalah INSANI, menjadi RUPA dalam diri kita.
Batin Muhammad itu adalah RABBANI, menjadi UJUD dalam diri kita

Sedangkan Anasir Roh Muhammad itu dapat di-faham-i dalam 4 kedudukan yaitu :

Ujud–Ujud merupakan pen-zahir-an dari Zat Allah menjadi RAHASIA pada kita dan pada hakekatnya merupakan Keberadaan Muhammad.

Ilmu–Ilmu merupakan pen-zahir-an dari Sifat Allah menjadi ROH pada kita dan pada hakekatnya merupakan Roh Muhammad.

Nur–Nur merupakan pen-zahir-an dari Asma Allah menjadi HATI pada kita dan pada hakekatnya merupakan Hati Muhammad.

Syuhud–Syuhud merupakan pen-zahir-an dari Afa’al Allah menjadi TUBUH pada kita dan pada hakekatnya merupakan Tubuh Muhammad.

Pemahaman tentang Ujud adalah Zat Allah, merupakan realitas IMAN dan keimanan. Artinya Ujud itu Ada dan yang diadakan.
Pemahamannya adalah bahwa yang ADA itu Allah dan yang DIADAKAN itu Muhammad.

Pemahaman tentang Ilmu adalah Sifat Allah, merupakan realitas ROH, Artinya Ilmu itu mengetahui dan yang diketahui.
Pemahamannya adalah bahwa yang MENGETAHUI itu Allah dan yang DIKETAHUI itu Muhammad

Pemahaman tentang Nur adalah Asma Allah, merupakan realitas HATI, Artinya Nur itu terang dan yang diterangi.
Pemahamannya adalah bahwa yang TERANG itu Allah dan yang DITERANGI itu Muhammad

Pemahaman tentang Syuhud adalah Afa’al Allah, merupakan realitas TUBUH INSAN, Artinya Syuhud itu memandang dan yang dipandang.
Pemahamannya adalah bahwa yang MEMANDANG itu Allah dan yang DIPANDANG itu Muhammad.

Demikian PEMAHAMAN Tentang HAKEKAT NUR MUHAMMAD,

Salam
Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

9 Maret 2012

Saudara-ku…
Mari sama-sama kita teruskan pemahaman ini…

Nama ALLAH itu terkandung di dalam Al-Quran sebanyak 2696 kali.
Apa hikmah-nya yang bisa ambil..?
Mengapa begitu banyak nama Allah, bagi kita…?

“ Wahai Hambaku janganlah kamu sekalian lupa kepada namaku “

Allah itu Nama-KU

Allah itu Zat-KU
Tidak akan pernah bercerai, Nama-KU dan Zat-KU itu.

Seluruh kitab-kitab yang ada… semua terhimpun dalam Al-Qur’annul Karim.
Rahasia Al-Qurannul Karim terletak pada kata ALLAH.
Begitu pula dengan kalimah ” La Ilaha Ilallah “,
Jika ditulis dalam Bahasa Arab ada 12 huruf,
Jika digugurkan 8 huruf pada awal kalimah yaitu : La Ilaha Illa

Maka akan tertinggal 4 huruf saja, yaitu : ALLAH.

Makna kata ALLAH itu adalah sebuah nama saja,

Sekalipun digugurkan satu persatu.. nilainya tidak akan pernah berkurang..,

Justru akan mengandung makna dan arti yang semakin mendalam..,

Dan..
Mengandung Rahasia Penting bagi kehidupan kita selaku umat manusia yang telah diciptakan oleh-Nya dalam bentuk yang paling sempurna.

Saudaraku, …
ALLAH berhuruf dasar : Alif, Lam awal, Lam akhir dan Ha.
Mari sama-sama kita lihat Ke-SEMPURNAAN-nya..

Coba-lah gugurkan huruf-nya satu persatu…,

Gugurkan huruf pertamanya, yaitu huruf Alif (ا ),
Maka akan tersisa 3 huruf saja (Lam awal, Lam akhir dan Ha)
Bunyinya tidak ALLAH lagi, tetapi akan berbunyi LILLAH,
Artinya :
Bagi Allah, dari Allah, kepada Allah-lah kembalinya segala makhluk.

Gugurkan huruf keduanya, yaitu huruf Lam awal (ل ),
Maka akan tersisa 2 huruf saja (Lam akhir dan Ha)
Bunyinya tidak LILLAH lagi, tetapi akan berbunyi LAHU.

Lahu Mafissamawati wal Ardi,
Artinya :
Bagi Allah segala apa saja yang ada pada 7 lapis langit dan 7 lapis bumi.

Gugurkan huruf ketiganya, yaitu huruf Lam akhir ( ل),
Maka akan tersisa 1 huruf saja (Ha)
Dan bunyinya tidak LAHU lagi, tetapi HU,
Huwal haiyul qayum, artinya Zat Allah yang hidup dan berdiri sendirinya.

Kata HU ringkasnya dari kata Huwa,
Sebenarnya setiap kata Huwa, artinya Zat,
Misal-nya:
Qul Huwallahu Ahad., artinya Zat yang bersifat kesempurnaan yang dinamai Allah. Yang dimaksud kata HU itu menjadi berbunyi AH, artinya Zat.

Nafas kita yang keluar masuk semasa kita masih hidup ini berisi amal batin, yaitu HU, kembali napas turun di isi dengan kata ALLAH, ke bawah tiada berbatas dan ke atas tiada terhingga.

Perhatikan ini :
Pada kata ALLAH itu.. jika kita gugurkan Lam (ل ) pertama dan Lam (ل ) kedua-nya, maka tinggallah dua huruf yang awal dan huruf yang akhir (di pangkal dan di akhir), yaitu huruf ALIF dan huruf HA (dibaca AH).
Kata ini (AH) tidak dibaca lagi dengan nafas yang keluar masuk dan tidak dibaca lagi dengan nafas ke atas atau ke bawah tetapi hanya dibaca dengan TITIK.
Kata AH, jika dituliskan dengan huruf Arab, terdiri dua huruf, artinya dalam bahasa disebutkan INTAHA (Ke-sudah-an dan ke-akhir-an),
Seandai saja kita berjalan “mencari” ALLAH tentu akan ada per-mula-annya dan tentunya juga akan ada ke-sudahan-nya, akan tetapi kalau sudah sampai lafald Zikir AH, maka sampailah perjalanan itu ketujuan yang dimaksudkan.
……………………………………………………………..
(Sampai sini silahkan bertanya kepada guru kita masing-masing).

Selanjutnya…
Gugurkan Huruf Awalnya, yaitu huruf ALIF dan gugurkan huruf akhirnya yaitu huruf HA,
Maka akan tersisa 2 huruf di tengahnya, yaitu huruf LAM awal (Lam Alif) dan huruf LAM akhir ( La Nafiah).
Maksud-nya :
Jika kita berkata LA (Tidak ada Tuhan),
ILLA (Ada Tuhan),
Nafi mengandung Isbat,
Isbat mengandung Nafi
Tiada bercerai atau terpisah Nafi dan Isbat itu.

Selanjutnya lagi…
Gugurkan huruf LAM akhir dan huruf HA,
Maka yang tertinggal juga dua huruf, yaitu huruf ALIF dan huruf LAM yang awal, kedua huruf yang tertinggal itu dinamai Alif Lam La’tif dan kedua huruf itu menunjukkan Zat Allah,
Maksud-nya :
Kata ALLAH bukan NAKIRAH,
Kata Allah adalah MAKRIFAT, yakni Isyarat dari huruf ALIF dan LAM yang pertama pada awal kata ALLAH.
Gugurkan 3 huruf sekaligus, yaitu huruf LAM awal, LAM akhir dan HA,
Maka tinggallah huruf yang paling tunggal dari segala yang tunggal, yaitu huruf ALIF (Alif tunggal yang berdiri sendirinya).
Beri-lah tanda pada huruf Alif yang tunggal itu dengan tanda Atas, Bawah dan Depan, maka akan berbunyi : A. I. U.
ARTINYA setiap berbunyi A… I… U… maka di-paham-kan Ada Zat Allah..,
Jadi..
Segala bunyi atau suara di dalam Alam, baik itu yang timbul atau dating-nya dari Alam Nasar yang empat (Tanah, Air, Angin dan Api) maupun yang datangnya dan keluar dari mulut makhluk Ada Zat Allah.
Penegasannya bunyi atau suara yang datang dan timbul dari apa saja, semuanya itu berbunyi ALLAH, nama dari Zat yang Maha Esa
Sedangkan huruf ALIF itulah dasar dari huruf Arab yang banyaknya ada 28 huruf.
Dengan demikian maka…
Jika kita melihat huruf Alif maka seakan-akan kita telah melihat 28 huruf yang ada.
Lihat dan perhatikan lagi sebuah biji pada tumbuh-tumbuhan, dari biji itulah asal usul segala urat, batang, daun, ranting, dahan dan buahnya.

Syuhudul Wahdah Fil Kasrah… Pandang yang satu kepada yang banyak..
Syuhudul Kasrah Fil Wahdah… Pandang yang banyak kepada yang satu,..

Maka..
Yang ada hanya SATU JUA, yaitu satu Zat dan dari Zat itulah datangnya Alam beserta isinya.

Telah kita ketahui bersama bahwa :

Al-Quran yang jumlah ayatnya 6666 ayat akan terhimpun ke dalam Suratul Fateha,
Dan Suratul Fateha itu akan terhimpun pada Basmallah,
Dan Basmallah itupun akan terhimpun pada huruf BA’
Dan huruf BA’ akan terhimpun pada titiknya (Nuktah).
Jika kita tilik dengan jeli maka TITIK itulah yang akan menjadi segala huruf,
Terlihat banyak padahal ia Satu…
Terlihat satu padahal ia Banyak….

Setelah…
Huruf-huruf lafad ALLAH digugurkan semua-nya..
Maka tinggallah 4 huruf yang ada di atas lafad ALLAH tadi,
Yaitu huruf TASYDID (bergigi tiga, terdiri dari tiga huruf Alif)
Di atas Tasydid ada lagi 1 huruf ALIF.
4 huruf Tasydid itu adalah isyarat bahwa Tuhan itu Ada, maka wajib bagi kita untuk men-TAUHID-kan Asma Allah, Af’al Allah, Sifat Allah dan Zat Allah.

Langkah yang terakhir…
Gugurkan ke-seluruh-annya,
Maka yang akan tinggal adalah KOSONG…

LA SAUTIN WALA HARFUN,
Artinya :
Tidak ada huruf dan tiada suara..
Inilah Kalam Allah yang Qadim,
Tidak bercerai dan terpisah SIFAT dengan ZAT.

Salam
Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

6 Maret 2012

Saudara-ku…….
Mari sama-sama kita fahami Rahasia Huruf..
Awalnya huruf hanya melambangkan sebuah rumus yang tidak memiliki arti apa-apa …
Kemudian..
Huruf disusun menjadi sebuah kata, susunan kata menjadi sebuah kalimat dan dalam kalimat megandung sebuah pengertian tetapi.. “Pengertian itu bukanlah sebuah kalimat!!”

Dahulu, sebelum ada kesepakatan manusia mengenai Rumusan Huruf..,
Maka.. Huruf

adalah sebuah artikulasi yang keluar dari dorongan udara yang terhalang oleh pita suara pada tenggorokan, sehingga menghasilkan suatu bunyi…
Seandainya rumus-rumus itu tidak ada..
Maka Huruf dan Kata dan Kalimat pun tidak ada, …
Namun..
Walaupun rumus-rumus dan huruf-huruf tidak ada..,
Tapi.. Hakekat pengertian dalam diri manusia tetap ada.
Kita bisa menemukan bahasa yang sama pada diri manusia seluruh dunia yaitu BAHASA JIWA, yang..
Tidak berhuruf..
Tidak bersuara,..
Tidak bergambar…
Maka.. benarlah adanya jika demikian bahwa Al-Qur’an itu awalnya adalah bahasa Wahyu (Bahasa Allah)
“LA SHAUTIN WALA HARFUN”
“Tidak berupa suara dan bukan berupa huruf”
Yang kemudian di-translate kedalam bahasa manusia yaitu Bahasa Arab.
Saat itu.. Rasulullah hanya mengerti dengan jelas apa yang telah turun kedalam jiwanya.
Bahasa Allah itu berupa Ilham atau Wahyu,
Menurut kamus bahasa Arab dalam Munzid, Ilham itu berarti memasukkan pengertian kedalam jiwa seseorang dengan cepat.
Dimasukkan dengan cepat = dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan ke dalam jiwa dalam sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul fikiran dan muqadimah-nya, …
Seperti sesekor lebah..,
Ketika menerima wahyu dari Allah, binatang itu tidak mengenal huruf, akan tetapi.. Lebah mampu menangkap ajaran Allah.. ketika Allah meng-instruksi-kan untuk membuat rumahnya, maka lihatlah bagaimana Lebah membuat rumah yang indah dan tersusun rapi.

Saudara-ku…
PENGERTIAN itu tidak terdiri dari rangkaian huruf atau suara..
Seperti perasaan CINTA..
Perasaan ini tidak ada tertulis huruf C-I-N-T-A
Walaupun anda tidak menggunakan rangkaian huruf dan suara mengapa anda memahami cinta itu?
Yang akhirnya anda menterjemahkan kedalam bahasa manusia menjadi aku cinta ….

Selanjutnya..
Setelah anda mengerti akan uraian saya diatas..
Maka mari-lah kita membahas mengenai Rahasia Huruf dalam Al-Qur’an :

Al-Qur’an mengandung 6666 ayat,
Terhimpun dalam AL FATIHAH
Dan Al fatihah pula terhimpun dalam BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM
Dan Bismillahirrahman nirrahim terhimpun dalam Alif,
Sedangkan ALIF terhimpun dalam BA’
Dan BA’ terhimpun pada Titiknya.
Pada Titik inilah AWAL MULA semua kejadian bentuk huruf….

Jadi..
Pada seluruh rangkaian firman sebanyak 30 juz itu ternyata terangkum dalam Ummul Qur’an (Al fatihah).
Pada Ummul Qur’an menyimpulkan inti ajaran Al-Qur’an :

Tentang masalah Ketuhanan yaitu Sifat, Af’al dan Zat Allah…
Dia-lah Allah yang memiliki Sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang..
Tidak ada yang berhak menyandang pujian kecuali Dia
Dia- lah tempat segalanya bergantung..
Karena Dia adalah penguasa alam semesta dan diri manusia

Berarti dari rangkaian ayat-ayat dalam Al fatihah adalah tertumpu pada huruf Ba’ (dalam tata bahasa Arab sebagai BA’ Sababiyah),
Artinya..
Semua yang ada berasal dari huruf BA’ dengan sebab Ismi atau Nama.
Kalau di pisah BI- ISMI- ALLAH
Semua yang ada karena sebab adanya Asma,
Pada Asma terdapat yang memiliki Asma yaitu Dzat,
Ini terangkum dalam arti TITIK,
Karena titik baru bersifat KUN (jadilah) maka terjadilah segala sesuatu.
Karena KUN-Nya yang dilambangkan dengan titik, merupakan asal dari segala coretan huruf berasal dari titik-titik yang beraturan menjadi garis dan garis menjadi bentuk atau wujud.
Sedangkan Zat tidak berupa titik, karena titik masih merupakan sifat dari pada DzAT.
Artinya lagi..
KUN Allah bukanlah DZAT,
Karena Kun (Kalam atau Wahyu) adalah sifat dari pada Dzat, (bukan Dzat itu sendiri)
Sehingga arti titik adalah akhir dari segala ciptaan,
Pada titik ini terkandung ide-ide yang akan tergores suatu bentuk dan pada wilayah inilah yang dimaksud dalam Ilmu Hakekat Usul Diri sebagai NUR MUHAMMAD (Cahaya Terpuji),
Karena segala sesuatu akan memuja dan mengikuti kehendak Dzat,
Dan Dzat berkata melalui Kun-Nya, maka jadilah semuanya.

Dengarkan ceritera ini…

Seorang guru mengajarkan kepada muridnya hal berikut :
Guru : Ambilkan aku buah pohon itu disana..
Murid : Ini buah-nya guru ….
Guru : Belah menjadi dua.
Murid : Sudah terbelah, guru..
Guru : Apakah yang kamu lihat?
Murid : Saya melihat biji yang amat kecil
Guru : Belah dua-lah salah satu dari padanya
Murid : Dia sudah terbelah, guru
Guru : Apakah yang kamu lihat didalamnya?
Murid : Tidak ada sesuatu apapun, guru
Sang guru berkata :
Yang halus ialah unsur hidup
Yang tak tampak olehmu
Dari yang halus itulah sebenar yang ada
Yang dari padanya sekalian ini terjadi
Itulah Hakekat yang sejati,
Itulah hidup…
Itulah kamu ……
Dari sebuah biji, terangkum ide-ide yang akan terjadi, …
Nanti akan ada sebuah akar yang menjulur,
Daun-daun yang hijau,
Batang yang kokoh serta buahnya yang ranum.
Dan itu terangkum dalam sesuatu yang tak terlihat,
Yaitu HAKEKAT HIDUP

Ingat ini.!!
Hukum per-kata-an adalah hukum bantah-membantah (sengketa) yang satu berlawanan dengan yang lain,
Hal ini membawa kepada kepiluan dan kecemasan,
Ingat lagi ini..!!
Asma (nama-nama) dan sifat-sifat dan Af’al (perbuatan-perbuatan) adalah Hijab belaka atas Zat illahi.
Karena sesungguhnya Zat illahi itu tidak dapat menerima pembatas.
Zat illahi itu berada pada tingkat ketinggian, sedangkan pelepasan (penanggalan tajrid) dan Asma dan Illahi adalah urut-urutan yang menurun.
Asma dengan Zat Asmanya berdiri tanpa perbuatan,
Asma dapat berbuat hanya di-karena-kan Zat Allah semata…
Dan sesungguhnya persoalannya berkisar bagaikan perkakas dan alat-alat dan huruf di dalam surga adalah merupakan alat-alat dan perkakas…..
Kesimpulan dari semua keterangan diatas adalah:

Alam adalah firman Allah yang tak tertulis (ayat-ayat kauniyah),
Al-Qur’an adalah ayat-ayat kauliyah …
Semua alam semesta ter-kandung dalam Asma Allah (bismillah)
Asma terkandung kehendak …
Kehendak terkandung dalam Sifat…
Sifat terkandung dalam Af’al
Af’al terkandung pada Dzat
Semua itu adalah HIJAB,
Karena Asma, Sifat, Af’al bukanlah DZAT itu sendiri …
Itulah yang dimaksud bahwa segala yang tergambarkan adalah HURUF,
Dan merupakan HIJAB, …
Sedangkan Dzat berada dibalik TITIK …
Dzat tidak bisa digambarkan oleh sesuatu, …
Untuk mengetahui Zat ALLAH kita harus MENYINGKIRKAN Huruf dan titik,

Salam
Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri 

4 Maret 2012

Saudara-ku yang sedang bertawaf…

Apakah yang anda rasakan ketika bertawaf mengelilingi kabah?
Ketika engkau bergerak mendekati ka’bah, engkau akan merasa bagaikan anak sungai yang bergabung dengan sebuah sungai besar..
Dihanyutkan ombak..

Engkau tak bisa menyentuh tanah..
Engkau tiba-tiba mengambang…
Terbawa oleh arus itu.
Ketika semakin mendekat ke pusat, tekanan dari keramaian orang mendesak begitu kuat, sehingga engkau seakan-akan diberi sebuah kehidupan baru.
Kini engkau menjadi bagian dari orang banyak.
Kini engkau adalah seorang manusia..
Hidup dan abadi..
Ka’bah adalah mentari dunia yang wajahnya menarik engkau masuk kedalam orbitnya..
Kini engkau telah menjadi bagian dari system universal ini..
Dengan bertawaf, engkau akan segera ter-lupa pada diri sendiri..
Engkau telah berubah menjadi partikel..
Engkau perlahan-lahan lebur..
Kemudian engkau sirna…
Inilah puncak-nya..

Salam
Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

11 Maret 2012

Al-kisah :

Ketika Bismillahirrahmanirrahim di turunkan..,

Awan-awan bergerak ke timur..,
Kemudian…
Angin-angin menjadi tenang..,
Lautan bergelora,
Bintang-bintang semua mendengarkan dengan pendengarannya,
Syaitan-syaitan di lempar dari langit.
Demikian kehebatan ketika turunnya ayat Bismillahirrahmanirrahim,

Maka..

Tidaklah berlebihan jika ayat ini menjadi bacaan pada setiap pembukaan Surah,
dan.. ayat ini juga menjadi bacaan pada saat memulai suatu pekerjaan.

Ayat ini ber-awal dari huruf Baa’,

Huruf Baa’ .. akan tidak bermakna apa-apa jika tidak mempunyai titik,

Maka.. pada titik itulah Rahasia dari segala Rahasia ini di mulai..

Orang dapat membaca ayat Al-Qur’an tanpa baris..
Namun .. kita tidak dapat membaca ayat tanpa titik..

Al- Qur’an itu hanya dapat di baca jika ada mempunyai titik-titik-nya

Setelah itu …
Baru-lah datang huruf yang pertama yaitu : ALIF,

Di dalam Al-Quran hanya ada tiga titik..

Huruf ber-titik yang ada dalam Al Quran berjumlah 102.440 huruf
dari keseluruhan huruf yang berjumlah 320.779.

Ber-arti..

Huruf yang bertitik menjadi Nyawa bagi Al-Qur’an itu sendiri.
Karena … hampir setiap perkataan mempunyai huruf yang ber-titik.

Kita perlu selami hal ini lebih mendalam..
……………………………….
.
Sebenar-nya apakah peranan titik-titik ini… pada asal usulnya.. yang pada awalnya tiada…, yaitu : Zaman O ,

Zaman O…
Hanya ada Zat yang Maha Agung saja,
yaitu zaman Dia bersifat Salbiyah

Firman Allah:
Artinya :

“Bukankah (sesungguhnya) telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?”
(Al Insan ayat 1)

Ayat di atas menunjukkan telah datang di suatu zaman yang kita tidak tahu kapan.., saat itu manusia zahir dan batin masih belum lagi ujud dan tidak tau abad kapan.. atau.. mungkin belum ada abad,
Yang Wujud ketika itu hanya Zat-nya saja,

Bahwa.. pada zaman tersebut.. Rohani belum di jadi-kan oleh Tuhan atau Nur Muhammad belum lagi Ujud, zaman ini di sebut sebagai :

La Ta’ayun (zaman yang tiada kenyataan)

artinya :

Pada zaman ini kita tidak dapat membuat apa-apa

Firman Allah di dalam hadis qudsi :

Artinya :

“Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin di kenal, lalu Aku ciptakan makhluk ini, agar mereka mengenal-Ku”

Zaman ini di kenal sebagai.

Ta’ayun Awal (Kenyataan yang pertama)

Yang mana pada zaman ini awal makhluk hendak di jadikan oleh Allah agar makhluk yang di jadikan-Nya itu mengenal-Nya,

Zaman ini sudah ada satu kenyataan.. awal ilmu.. yaitu zaman keagungan sifat Tuhan,
zaman ini kita mengetahui bahwa Tuhan itu rupanya berbeda dengan makhluk yang mana Dia bersifat Salbiyah

“Bi kana ma kana”

Maksud=nya:

Bersama-KU ada apa yang telah ada..

apa yang telah ada….?

Nur ala Nur (cahaya diatas cahaya)

Kemudian…
di ikuti dengan…

“Bi kanu ma yakunu”

Nurullah

Maksudnya.. :

Bersama-KU akan ada apa saja yang akan ada,

Apakah yang akan ada..?

Awal kejadian..

Atau..

Hakekatul Muhammad yang berasal dari anasir Wujud, Ilmu, Nur dan Shuhud,

Yakni…

Asal Wujud dari Dzat,
Asal Ilmu dari Sifat,
Asal Nur dari Asma dan
Asal Shuhud dari Af’al

Yaitu daripada ALLAH

Zaman ini adalah..

Zaman dua titik (Ta’ayun Sani)

Kemudian..

Barulah di lengkapi Allah dengan kenyataan yang ketiga yaitu..

Zaman tiga titik ( Ta’ayun Salasa)

“Fa wujudul ‘awalimi bi”

Maksudnya:

Adanya sekalian alam ini adalah dengan-Ku

…………………………………………………………..
……………………………………………………………

Semuanya hal ini wajib di ketahui…,

Salam,
Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

27 November 2011

Asal-ku

KOSONG
NOKTAH
SATU

Jakarta, 27 November 2011

Ilmu Hakekat Usul Diri

28 November 2011

Dari HA

DICIPTAKAN
DIMASUKAN
DIKELUARKAN

Bogor, 28 November 2011

Ilmu Hakekat Usul Diri

19 Oktober 2011

Kebenaran tidak sama dengan kata-kata, disini kata-kata hanya sebagai pengantar, untuk bisa menyaksikan kebenaran maka lampaui-lah kata-kata itu sendiri, semoga apa-apa yang sudah saya sampaikan disini bermanfaat untuk kita semua. salam hormat : Zulkarnain Bandjar

Ilmu Hakekat Usul Diri

25 November 2011

Dalam diri-mu ada rahasia Allah
Tanggung-jawab-mu menjaga-Nya
Mengenal diri kewajiban-mu
Makrifatullah jalan sebenarnya.

Tiada hidup dan tiada mati
Mati itu hanya-lah khayalan
melainkan kita bertukar alam
Tanggung jawab tak terlupakan.

Tiada nyata hanya Allah
Kita penyata sifat DiriNya
Tiada mati tiada terhenti
Hanya kita harus kembali

Tangerang, 25 november 2011

.

Jangan-lah kau pandang aku dari luar tentang hidup-ku dan status sosial-ku
Tapi perhatikan dan teliti-lah baik-baik tulisan-tulisan-ku ini
Jangan pula engkau ikuti apa yang telah aku per-buat selama ini
Tapi ikuti-lah apa-apa yang aku tuang-kan dalam catatan-catatan ini.

Semoga Allah s.w.t. meridhoi kita bersama.
Salam Zulkarnain Bandjar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: